infoMBG.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada kecukupan angka gizi, tetapi juga cita rasa dan estetika penyajian agar disukai oleh anak-anak. Menanggapi hal tersebut, BGN meminta mitra dan yayasan untuk menempatkan chef yang kompeten dan berkualifikasi sesuai standar katering profesional, bukan sekadar mengisi posisi penanggung jawab dapur.
Peran chef profesional sangat krusial dalam mengawal setiap detail proses memasak agar tingkat kematangan dan higienitas bahan baku terjaga optimal. Keahlian mengolah masakan dalam porsi besar tanpa mengurangi kualitas rasa menjadi kualifikasi utama yang kini disyaratkan BGN.
Bagi yayasan yang mengelola beberapa unit dapur sekaligus, BGN menyarankan penempatan chef atau supervisor bersertifikasi tinggi untuk melakukan supervisi silang secara berkala. Pemantauan lintas dapur ini penting untuk memastikan standar mutu memasak tetap konsisten di setiap wilayah operasional.
Selain aspek teknis memasak, perancangan variasi menu mingguan menjadi perhatian mendasar. Chef dituntut untuk mampu menyusun komposisi makanan yang kaya akan nutrisi, namun tetap mempertimbangkan selera makan anak-anak agar makanan yang disajikan habis dikonsumsi tanpa menyisakan sampah pangan.
Tampilan visual dan kebersihan sajian makanan juga diperketat agar tidak menimbulkan kesan memprihatinkan atau persepsi negatif di tengah masyarakat. Penyajian yang menarik dinilai dapat meningkatkan nafsu makan anak-anak sekaligus memunculkan rasa percaya dari para orang tua murid.
Peningkatan kualifikasi SDM di sektor dapur ini diharapkan menjadi tolok ukur baru pengelolaan katering masif di Indonesia. Kualitas masakan yang lezat, bernutrisi, dan aman menjadi kunci utama tercapainya sasaran pembangunan gizi anak bangsa. (FIQ)


